Mbah Ceper datang
Suatu hari, mas Saban
datang kerumah, ia pamit mau ada urusan dinas ke Solo selama sepuluh hari,
sekalian menanyakan Mbah Kakung dan Mbah Putri pengin di bawakan oleh-oleh apa?
Mbah Putri tak pengin apa-apa, hanya pesan,
jika bisa mampir ke Karangmojo tolong tengok Mbah
Ceper, sudah lama kami tak mendengar kabar beritanya.
Dan mas Saban menyanggupi.
Sepuluh hari telah berlalu. Sore hari, kami
sekeluarga sedang duduk-duduk di teras rumah. Di sini ada tempat duduk, disebut
bale bentuknya seperti tempat tidur lebar, terbuat dari bambau. Hampir setiap
sore kami sekeluarga berkumpul disini, menunggu pergantian hari sambil
bergurau.
“Lihat tuh ada
dokar,” tiba-tiba Mbah Putri berkata sambil menunjuk kereta kuda yang nampak di
kejauhan, sedang berjalan dari arah Kesugian menuju Lebeng.
“Itu dokar mau
ke rumah kita.” Kata Mbah Putri seperti bercanda.
“Nggak mungkin,
nggak mungkin,” anak-anak riuh membantah.
“Mbah Putri ini
peramal ulung lho,” kata Mbah Kakung ikut bercanda.
Mbah Putri hanya
tersenyum.
Apa memang kebetulan atau firasat Mbah
Putri yang tajam, benar-benar kereta kuda itu berhenti tepat didepan rumah. Melihat
itu tawa riuh anak-anak langsung terdiam.
“Sibu!.... Sibu!.....”
tiba-tiba Mbah Putri teriak, sambil lari keluar menghampiri dokar.
Anak-anak masih
bingung, kenapa Mbah Putri?
“Itu mas Saban sama Mbah Ceper,” kata Mbah
Kakung.
Mendengar itu semua
anak berhamburan keluar ikut menyongsong.
Tak lama kemudia di teras rumah ramai,
tangis bahagia, tawa terharu, luapan rasa rindu mewarnai pertemuan Mbah Putri
dan Mbah Ceper Putri yang telah bertahun-tahun tidak bertemu. Setelah semua cucu mendapat
peluk dan cium, giliran mendapat oleh-oleh.
Caritera mas Saban, ketika ia dinas ke Solo
sempat mampir ke Ceper. Mas Saban menceriterakan keadaan keluarga kami, dan
dari ceritera itu, memicu rasa rindu Simbah Ceper segera ingin ketemu anak dan cucu-cucunya. Mas
Saban menawarkan bareng ke Lebeng jika simbah keping menjenguk keluarga kami,
sebab seminggu lagi mas Saban mau dinas ke Semarang, jadi nanti kalau simbah
mau pulang ke Ceper, bisa bareng lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar