Senin, 13 November 2023

mbah putri ceper

 

Mbah Ceper datang

        Suatu hari, mas Saban datang kerumah, ia pamit mau ada urusan dinas ke Solo selama sepuluh hari, sekalian menanyakan Mbah Kakung dan Mbah Putri pengin di bawakan oleh-oleh apa?

Mbah Putri tak pengin apa-apa, hanya pesan, jika bisa mampir ke Karangmojo tolong tengok Mbah Ceper, sudah lama kami tak mendengar kabar beritanya. Dan mas Saban menyanggupi.

Sepuluh hari telah berlalu. Sore hari, kami sekeluarga sedang duduk-duduk di teras rumah. Di sini ada tempat duduk, disebut bale bentuknya seperti tempat tidur lebar, terbuat dari bambau. Hampir setiap sore kami sekeluarga berkumpul disini, menunggu pergantian hari sambil bergurau.

        “Lihat tuh ada dokar,” tiba-tiba Mbah Putri berkata sambil menunjuk kereta kuda yang nampak di kejauhan, sedang berjalan dari arah Kesugian menuju Lebeng.

        “Itu dokar mau ke rumah kita.” Kata Mbah Putri seperti bercanda.

        “Nggak mungkin, nggak mungkin,” anak-anak riuh membantah.

        “Mbah Putri ini peramal ulung lho,” kata Mbah Kakung ikut bercanda.

        Mbah Putri hanya tersenyum.

Apa memang kebetulan atau firasat Mbah Putri yang tajam, benar-benar kereta kuda itu berhenti tepat didepan rumah. Melihat itu tawa riuh anak-anak langsung terdiam.

        “Sibu!.... Sibu!.....” tiba-tiba Mbah Putri teriak, sambil lari keluar menghampiri dokar.

        Anak-anak masih bingung, kenapa Mbah Putri?

        “Itu mas Saban sama Mbah Ceper,” kata Mbah Kakung.

        Mendengar itu semua anak berhamburan keluar ikut menyongsong.

Tak lama kemudia di teras rumah ramai, tangis bahagia, tawa terharu, luapan rasa rindu mewarnai pertemuan Mbah Putri dan Mbah Ceper Putri yang telah bertahun-tahun tidak bertemu. Setelah semua cucu mendapat peluk dan cium, giliran mendapat oleh-oleh.

Caritera mas Saban, ketika ia dinas ke Solo sempat mampir ke Ceper. Mas Saban menceriterakan keadaan keluarga kami, dan dari ceritera itu, memicu rasa rindu Simbah Ceper segera ingin ketemu anak dan cucu-cucunya. Mas Saban menawarkan bareng ke Lebeng jika simbah keping menjenguk keluarga kami, sebab seminggu lagi mas Saban mau dinas ke Semarang, jadi nanti kalau simbah mau pulang ke Ceper, bisa bareng lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

G 30 S

  G 30 S   Tanggal 30 September 1965. Dikediam kami di Jalan Sindoro Perumahan Rakyat Gremet sedang punya hajat, khitanan dik Agus. Sele...