Keluarga besar Mbah Kakung dan Mbah Putri
Kejujuran Mbah
Kakung membuat keluarga kami tak bisa kaya, tidak punya sawah, ladang. Hanya
hibah tanah di puncak gunung Pagak, itu pun Mbah Kakung tidak
pernah mengurus hak kepemilikannya, tak pernah memberi status ‘kepunyaanku’.
Sedangkan tanah, rumah dan poliklinik yang
kami tempati saja tak jelas statusnya, apa hibah, apa sewa apa dipinjamkan.
Kata Mbah Putri, pernah dibicarakan pada
pak Mantri Guru, apa dibeli apa disewa. Kata pak Mantri Guru, jangan
dipikirkan, sepanjang masih betah tinggal disitu, silakan terus ditempati.
Akhirnya Mbah Putri memberi status sendiri, tanah itu sebagai tanah Magersari.
Oleh karena itu, Mbah Putri menganjurkan semua anggota keluarga kami harus
loyal pada keluarga bu Mantri Guru. Loyal bukan berarti merendahkan derajat,
namun bentuk imbal balik saling menunjukan etika hormat dan balas budi.
Jangan salah, Mbah
Kakung dan Mbah Putri itu bukan keturunan keluarga miskin, bahkan bukan dari kalangan rakyat
biasa.
Mbah Putri adalah
keturunan dari Thrah Sastrotaruno. Orang tua
Mbah Putri, kami menyebutnya Mbah Ceper, orang terkaya di Karangmojo, wilayah
Ceper, kabupaten Klaten. Mbah Ceper Putri terkenal dengan panggilan Sastro
Iyeng, pedagang perhiasan emas berlian. Pelanggannya orang-orang bule dan
karyawan level atas pabrik gula Ceper, itu dilakukan sejak jaman kolonial.
Mbah kakung
adalah keturunan dari Trah Amat Syarif.
Orang tua Mbah kakung kami menyebutnya Mbah Ponggok, karena domisilinya didekat
umbul Ponggok. Mbah Ponggok Kakung terkenal sebagai seorang Bass (mungkin
jabatan managerial) di pabrik gula Karang Anom, juga masih termasuk kabupaten
Klaten. Makanya tak heran jika Mbah Kakung diperbolehkan masuk sekolah
Paramedis di CBZ Semarang.
Melihat sejarah
keturunan Mbah Kakung dan Mbah Putri seperti diceriterakan tersebut, pantas
menyebut keluarga kami bukan dari kalangan keluarga biasa. Barangkali ini
komitmen Mbah Kakung dan Mbah Putri, setelah membangun keluarga sendiri, ingin
mandiri tidak bergantung pada keluarga besarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar